Kamis, 18 Februari 2016

Anak Pasangan Petani dan ART Ini Lulus Cumlaude

Anak Pasangan Petani dan ART Ini Lulus Cumlaude

Nur Fatimah lulus dengan IPK 3,93. Dia merupakan anak dari pasangan buruh tani dan asisten rumah tangga.
Segurat senyum tampak di wajah Nur Fatimah, 22 tahun. Gadis kelahiran Batang, 11 Juni 1993 itu tengah merayakan momen membahagiakan, lulus dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Semarang, Jawa Tengah.
Kebahagiaan mahasiswi Fakultas Dakwah dan Komunikasi ini semakin genap lantaran Fatimah dinobatkan sebagai lulusan terbaik. Dia meraih predikat cumlaude dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,93.
Penobatan pada Kamis, 28 Januari 2016 itu disaksikan langsung oleh sang ayah, Mukhari, 47 tahun, yang merupakan seorang buruh tani dan ibunya, Suwanti, yang berprofesi sebagai Asisten Rumah Tangga (ART).
"Saya tidak menyangka putri kedua saya ini menjadi yang terbaik. Saya menangis dan bangga sekali," ujar Mukhari, dikutip dari laman walisongo.ac.id, Jumat, 29 Januari 2016.
Pasangan Mukhari dan Suwanti merupakan keluarga yang sangat kekurangan. Mungkin banyak yang berpikir penghasilan keduanya tidak akan cukup membiayai kuliah Fatimah.
Sebagai buruh tani, Mukhari hanya berpenghasilan sebesar Rp450.000 per bulan. Sedangkan Suwarti memiliki penghasilan sebesar Rp250.000 per bulan.
Meski begitu, keduanya tidak pernah merasa kecil hati. Mereka begitu ikhlas menjalani kehidupannya dan terus berdoa agar anaknya dapat menempuh pendidikan sampai tingkat setinggi mungkin.
"Jadi, kira-kira saya sehari mendapatkan uang Rp13.500, sebagai buruh tani saya tetap bangga, karena anak saya bisa sekolah sampai ke universitas, bahkan bisa melanjutkan sampai ke jenjang yang lebih tinggi," kata Mukhari.
Atas prestasinya itu, Fatimah diganjar beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang Magister oleh Rektor UIN Walisongo. Alhasil, tanpa harus menunggu jeda, Fatimah segera melanjutkan pendidikan.
Fatimah memang tergolong sebagai mahasiswi yang rajin. Dia juga melibatkan diri dalam pelbagai kegiatan kemahasiswaan seperti menjadi anggota Lembaga Pers Mahasiswa MISSI, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Walisongo TV, serta Radio Mitra Berdakwah dan Salawat (MBS) Dakwah.
"Semua itu bisa diraih jika kita pandai manajemen waktu belajar. Saya mengatur jadwal kuliah dan aktivis di buku catatan harian saya. Kalau Subuh belajar untuk mata kuliah yang nanti akan diajarkan, kalau malam buat belajar organisasi seperti menulis," kata Fatimah. (Ism) 

http://www.dream.co.id/your-story/anak-buruh-tani-dan-art-ini-lulus-cumlaude-1601293.html

Wanita Cantik Cenderung Kesurupan Jin?

Wanita Cantik Cenderung Kesurupan Jin?

Menurut imam di Ghana ini meskipun pria bisa disusupi jin, tetapi jin lebih suka menempel di tubuh wanita cantik.
Ternyata jin itu suka menyusup ke dalam tubuh wanita cantik. Itulah yang dikatakan Mallam Luthfi Jamal-Baba, ahli ruqyah dari Ghana, Afrika Barat.
Menurut imam di Ghana ini meskipun pria bisa disusupi jin, tetapi jin lebih suka menempel di tubuh wanita cantik.
"Beberapa jin membandel dan ketika korban kesurupan, mereka menjadi liar dan mencoba untuk menyerang ahli ruqyah selama proses pengusiran jin," kata Jamal-Baba.
"Ketika terjadi seperti itu, korban harus diikat dengan tali dan kadang-kadang dirantai ke kursi agar mereka tenang."
Jamal-Baba mengatakan ia membacakan ayat-ayat suci Alquran untuk mengusir jin yang menguasai tubuh korban. Biasanya dia dibantu asisten yang akan memegangi korban ketika jina melawan selama prosedur ruqyah.
Namun, Mallam Mohammed, ahli ruqyah lainnya, yakin bahwa memukuli korban dengan rotan selama proses ruqyah akan membuat jin cepat keluar.
"Para korban, pada saat itu, tidak merasakan sakit. Jin yang merasuki tubuh korban yang merasakan sakit. Sehingga, bersama-sama dengan pembacaan Alquran, mereka akan melarikan diri," kata Mohammad.
Dia menambahkan bahwa satu-satunya cara untuk mencegah kerasukan jin adalah berdoa, tidak memakai pakaian terbuka dan mandi.
Ahli ruqyah seperti Jamal-Baba dan Mohammad mengatakan perempuan yang kerasukan jin akan berbicara sendiri, menyakiti tubuh mereka sendiri dan bahkan dapat membunuh diri mereka sendiri.
Salah seorang warga bernama Aminu mengatakan adik perempuannya kesurupan dan mulai berbicara sendiri dan mencoba bunuh diri dengan memotong pergelangan tangannya saat dia berusia 20 tahun.
"Dia mengunci diri di kamarnya seharian dan kami mendengar dia berbicara sendiri seolah-olah ada orang lain," kata Aminu. Adik Aminu kemudian diruqyah untuk mengusir jin yang merasuk ke tubuhnya.
Tapi Nuworza Kugbey, seorang psikolog klinis di Pusat Bimbingan dan Konseling di University of Ghana, mengatakan yang dimaksud kesurupan jin mungkin hanya masalah gangguan kejiwaan.
"Itu adalah gangguan yang dapat diobati dengan obat-obatan dan psikoterapi," kata Mr Kugbey.
(Ism, Sumber: mirror.co.uk)

http://www.dream.co.id/fresh/wanita-cantik-cenderung-kesurupan-jin-160218q.html

Rabu, 17 Februari 2016

Bangunan Misterius Ditemukan di Sekeliling Situs Angkor Wat

Bangunan Misterius Ditemukan di Sekeliling Situs Angkor Wat

Bangunan misterius itu tertangkap citra radar para peneliti. Tapi para ilmuwan belum tahu apa fungsi bangunan ini.
Para arkeolog mendapat temuan mengejutkan di situs Angkor Wat, Kamboja. Berdasar temuan itu, para ilmuwan menduga Angkor Wat lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya.
Temuan itu didapat setelah para arkeolog yang terlibat dalam The Greater Angkor Wat Project,melakukan pencitraan dengan radar pada bangunan abad ke-12 itu. Dari radar tersebut diketahui adanya “bangunan misterius” yang di sekeliling kuil Angkor Wat.
“Bangunan yang memiliki dimensi 1.500 meter kali 600 meter ini, merupakan penemuan paling mencolok di Angkor Wat sampai saat ini,” kata Profesor Roland Fletcher, pemimpin penelitian ini, sebagaimana dikutip Dream dari Pnompenh Post, Jumat 11 Desember 2015.
Profesor dari Universitas Sydney, Australia, ini mengaku belum mengetahui fungsi dari bangunan yang tergambar dalam citra radar tersebut.
“Fungsinya belum diketahui, bangunan ini tidak dikenal dalam dunia Angkor,” tambah dia.
Temuan ini menguatkan dugaan para peneliti yang berpendapat bahwa Angkor Wat merupakan sebuah kuil utama di dalam permukiman perkotaan dengan 750.000 penduduk.
Kuil ini diduga bukan hanya untuk para elite dan pemuka agama saja, melainkan juga untuk masyarakat umum di zamannya.
“Ini menantang pemahaman tradisional kami tentang hirarki sosial masyarakat Angkor Wat,” jelas Fletcher.
Demikian juga, bahwa Angkor dibangun tanpa benteng pertahanan menimbulkan pertanyaan tentang sejarahnya. “Tak ada catatan sejarah penting yang menunjukkan apa sebenarnya terjadi,” kata dia.
Sementara, Otoritas Apsara yang mengawasi situs Angkor Wat, mengatakan penemuan baru ini merupakan tantangan sekaligus kesempatan.
“Ini sangat mengejutkan dan sangat menarik, tapi langkah pertama akan memverifikasi temuan,” ujar Long Kosal, wakil direktur komunikasi Apsara. (Ism) 

http://www.dream.co.id/jejak/bangunan-misterius-ditemukan-di-sekeliling-situs-angkor-wat-151211l.html

Nusa Lembongan, Sensasi Berbeda Pulau Dewata

Nusa Lembongan, Sensasi Berbeda Pulau Dewata

Bicara tentang Bali biasanya pikiran kita akan langsung tertuju pada Tanah Lot, Kuta, Sanur, Legian atau Jimbaran. Padahal, ternyata Bali masih menawarkan begitu banyak destinasi menarik lainnya yang menanti untuk dikunjungi. Salah satu tempat menarik yang mengundang rasa penasaran saya adalah Nusa Lembongan. Nusa Lembongan adalah salah satu pulau kecil di Bali yang menjanjikan panorama alam dan laut yang indah, kearifan lokal yang masih terjaga, serta menyediakan beragam jenis wisata menarik, seperti snorkelingdiving, hingga mangrove forest tour.

Untuk sampai ke Nusa Lembongan tak sulit namun agak sedikit memakan waktu. Hingga saat ini, perjalanan menuju Nusa Lembongan hanya bisa ditempuh melalui jalur laut menggunakan kapal kayu penduduk atau speed boat. Transportasi yang saya pilih waktu itu adalah speed boat yang berangkat tiap 1 jam dari Dermaga Pantai Matahari Terbit, Sanur menuju Nusa Lembongan. Pembelian tiket speed boat tujuan Nusa Lembongan dapat langsung dibeli di loket yang tersedia di Dermaga Sanur dengan harga tiket sebesar Rp100.000 per orang untuk satu kali perjalanan. Itu artinya, jika teman traveler ingin membeli tiket pulang – pergi sekaligus Anda harus merogoh kocek sebesar Rp200.000 per orang. Perjalanan menggunakan speed boat akan memakan waktu kurang lebih 30 menit, dan speed boat akan berlabuh di Dermaga Jungutbatu, Nusa Lembongan.

Dermaga Sanur

Dermaga Sanur
Begitu sampai di Dermaga Jungutbatu, Anda akan langsung berjumpa dengan banyak penjaja motor sewaan. Jangan heran, sebab motor memang satu-satunya transportasi yang paling pas digunakan untuk mobilisasi di pulau ini. Meskipun begitu, adapula sepeda dan angkutan semacam mini shuttle bus yang umumnya sengaja disediakan oleh para pemilik hotel atau cottage untuk para tamu yang menginap di tempat mereka. Untuk menyewa motor, Anda harus membayar sebesar Rp100.000 per hari. Harga tersebut sebenarnya masih bisa kurang jika Anda mau sedikit bekerja keras untuk menawar hehe...

Berkeliling mengeksplorasi Nusa Lembongan dengan bersepeda motor memberikanchallenge dan keseruan tersendiri. Terlebih, medan yang harus ditempuh tidak terlalu mulus, naik turun berkelok-kelok dikelilingi birunya panorama laut berselingan dengan perbukitan dan hutan-hutan lebat. Sesekali saya berhenti dan turun sejenak dari motor untuk mengabadikan keindahan yang ada di sekitar dalam bidikan kamera.

Selain masalah transportasi, masalah lain yang sering memicu kekhawatiran saat liburan adalah soal hotel atau penginapan. Namun, kekhawatiran tersebut tak berlaku ketika saya berada di Nusa Lembongan. Sebabnya, ada begitu banyak hotel ataupun cottage yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, tetapi harganya sangat terjangkau. Bisa saya katakan bahwa Nusa Lembongan sangat cocok bagi budget traveler seperti saya karena di sana kita masih bisa menemukan hotel atau cottage dengan harga kamar Rp200.000-an per malam, namun sudah lengkap dengan fasilitas layaknya hotel mahal, seperti swimming pool.     

Tak seperti Legian, Ubud, Jimbaran, atau destinasi wisata lainnya di Bali yang sudah begitu ramai dengan hiruk-pikuk wisatawan hingga 24 jam nonstop, Pulau Nusa Lembongan terbilang masih cukup hening, sangat cocok sebagai tempat relaksasi dari kepenatan. Kalaupun ada, wisatawan yang menyambangi pulau ini belum seramai seperti di tempat-tempat lainnya, dan kebanyakan di antara wisatawan yang berkunjung ke Lembongan justru wisatawan asing, bukan turis lokal.

Penduduk Lembongan pun terbilang tak terlalu padat, dan menariknya, mereka masih sangat mempertahankan keramahan, kesederhanaan, serta kearifan lokal mereka di saat harus berinteraksi dengan para wisatawan yang “bertamu” ke desanya. Siang hari berjalan sunyi di Lembongan, dan saat malam tak ada hingar-bingar musik atau kerlap-kerlip lampunightclub. Pukul 22.00 WITA, kebanyakan masyarakat termasuk para wisatawan yang bermalam di Lembongan sudah tak melakukan aktivitas apapun di luar rumah atau penginapan. Jam 10 malam, Lembongan sudah gelap gulita hehe...

Nusa Lembongan

Dermaga Jungutbatu

Dermaga Jungutbatu
Panorama Point

Ada satu spot yang tidak boleh dilewatkan jika kita berkunjung ke Nusa Lembongan, yaitu Panorama Point. Panorama Point terletak tak jauh dari Dermaga Jungutbatu, hanya berkisar 15 menit menggunakan motor. Panorama Point adalah sebuah spot yang berada di atas perbukitan, di mana dari spot tersebut kita dapat menyaksikan hamparan keindahan panorama Nusa Lembongan dari kejauhan yang tampak seperti lukisan.

Panorama Point

Panorama Point
Mangrove Forest Tour

Mungkin diving atau snorkeling sudah menjadi aktivitas yang biasa saat kita mengunjungi Bali. Jika ingin sesuatu yang berbeda, mangrove forest tour bisa menjadi aktivitas yang menarik untuk dicoba. Inilah salah satu aktivitas yang paling ingin saya lakukan ketika berada di Nusa Lembongan, dan akhirnya kesampaian. Mangrove forest tour menawarkan kegiatan eksplorasi hutan mangrove atau bakau menggunakan perahu kayu. Kita akan dibawa berkeliling hutan mangrove dan menikmati liarnya alam pesisir selama kurang lebih 1 jam. Benar-benar menghadirkan sensasi berbeda.

Untuk mendapatkan itu semua, kita hanya perlu membayar sebesar Rp150.000 yang merupakan ongkos sewa sebuah perahu kayu berkapasitas 2 orang lengkap dengan 1 orang pendayung yang sekaligus akan menjadi guide selama perjalanan. Beruntungnya saya, waktu itu saya bisa mendapatkan harga yang lebih murah, hanya sebesar Rp100.000, setelah berusaha keras menawar harga pada si pemilik perahu hehe...

Mangrove Forest

Mangrove Forest

Mangrove Forest

Mangrove Forest
Sebelum memulai perjalanan menggunakan perahu kayu, kita terlebih dahulu harus berjalan kaki memasuki area hutan bakau dan menyeberangi sebuah jembatan kayu yang kanan kirinya dipenuhi pepohonan bakau. Ada sedikit kengerian saat mulai memasuki area rawa, saya khawatir bagaimana jika tiba-tiba ada buaya atau ular besar muncul di hadapan?! (Mungkin efek terlalu banyak nonton film haha...)

Setelah melewati jembatan kayu, barulah kita sampai pada dermaga kecil tempat berlabuhnya perahu-perahu kayu. Dari sanalah perjalanan mangrove forest tour dimulai. Saya bersama dengan seorang teman menaiki sebuah perahu kayu kecil dengan ditemani pendayung sekaligus guide kami yang bernama Pak Wayan. Perjalanan mengelilingi hutan mangrove kami mulai, satu persatu hal menarik kami temui di tengah perjalanan tak ayal membuat kami berdecak kagum. Mulai dari merasakan suasana hutan dan rawa yang hening diselingi sesekali kicauan burung, dikejutkan oleh Biawak yang tiba-tiba berlarian dari satu batang pohon ke pohon lainnya, hingga indahnya pemandangan laut lepas disaksikan dari tepi hutan bakau. Benar-benar pengalaman yang luar biasa.     

Mangrove Forest Tour

Mangrove Forest

Mangrove Forest

Nusa Lembongan, Pulau Penghasil Rumput Laut

Salah satu pura di Jungutbatu, Nusa Lembongan
Selain panorama point dan hutan mangrove-nya, Nusa Lembongan juga memiliki banyak pura-pura cantik yang sayang jika tidak diabadikan dalam bidikan kamera. Namun, ada satu lagi ciri khas lain dari pulau ini, yakni rumput lautnya. Nusa Lembongan dikenal sebagai penghasil rumput laut. Sebagian besar masyarakatnya yang tinggal tak jauh dari pantai menjadikan budidaya rumput laut sebagai mata pencaharian. Saat berkeliling pulau ini, jangan heran, jika teman traveler akan melihat begitu banyak hamparan rumput laut yang sedang dikeringkan hampir di setiap halaman rumah penduduk. Bahkan karena saking banyaknya, aroma rumput laut yang sangat khas pun akan tercium dari jauh.

Aktivitas masyarakat Lembongan pada siang hari

Masyarakat Lembongan menjadikan budidaya rumput laut sebagai mata pencaharian

Rumput laut yang sedang dikeringkan di halaman rumah penduduk

Rumput laut yang sedang dikeringkan

http://nojourneynolife.blogspot.co.id/2015/01/nusa-lembongan-sensasi-berbeda-pulau.html

Ada yang Menyeramkan di Kamar Hotel Kota Hantu Ini

Ada yang Menyeramkan di Kamar Hotel Kota Hantu Ini

Seorang traveler terkejut saat melihat sesuatu di dinding kamar hotel. Bikin bulu kuduk merinding.
Suasana seram yang diperlihatkan sebuah hotel yang sudah tidak dipakai lagi, membuat takut pengguna situs media sosial Reddit.
Foto hotel tanpa pagar di pinggir jalan bebas hambatan di kota hantu Amboy, California tersebut diambil oleh pengguna Reddit srslytho saat sore hari.
Sepintas, hotel ini sudah terlihat seram. Banyak jendela pecah dan pintu hilang. Tapi yang paling seram adalah percikan darah yang terlihat sangat jelas dioleskan di dinding.
Suasana itu mengingatkan kita pada hotel-hotel yang biasa digunakan dalam film horor.
"Aku mengambil foto hotel tua di kota hantu Amboy, California. Kemudian aku melihat satu ruangan seperti memiliki percikan darah di dinding," ujar srslytho.
Foto itu mengundang berbagai komentar yang beragam. Ada yang mengatakan tempat itu memiliki cerita yang menyeramkan sekali. Tetap ada juga yang meragukan bahwa itu adalah darah.
"Jika itu darah, tanda tersebut terlalu gelap atau terlalu merah. Itu mungkin sup tomat atau darah palsu yang digunakan oleh artis atau pembuat film," kata seorang pengguna Reddit.
Kota Amboy terletak di gurun Mojave dan jalan bebas hambatan Route 66 yang membelah kota itu telah lama ditinggalkan sejak awal tahun 70-an, ketika Interstate 40 dibangun. Tak heran jika Amboy banyak disebut sebagai kota Hantu.
Beberapa film horor pernah mengambil Kota Amboy sebagai lokasi syuting. Termasuk Film Hitcher tahun 1998, Beneath The Dark tahun 2010 dan Live Evil tahun 2009.
Kota tersebut juga pernah dipakai untuk syuting video musik Enrique Iglesias yang berjudul Hero.
(Ism, Sumber: Metro.co.uk)

http://www.dream.co.id/news/ada-yang-menyeramkan-di-kamar-hotel-kota-hantu-ini-151211e.html

5 Kota di Indonesia dengan Udara Terdingin

5 Kota di Indonesia dengan Udara Terdingin

Berikut ini 5 kota di Indonesia yang memiliki udara terdingin.
Indonesia dikenal sebagai negara beriklim tropis dengan suhu dan penyinaran matahari yang stabil sepanjang tahun. Di samping itu, udara di Indonesia juga cenderung panas.
Meski begitu, ada beberapa kota di Indonesia yang justru memiliki udara dingin. Nah, berikut ini 5 kota di Indonesia yang memiliki udara terdingin dikutip dari Skyscanner.
1. Mulia, Puncak Jaya, Papua
Mulia merupakan kota pegunungan kecil yang terletak pada ketinggian 2.448 meter di atas permukaan laut.
Meski kecil, Mulia cukup ramai dengan kehadiran banyak kantor pemerintahan. Jalan-jalan juga sudah beraspal dan infrastruktur pendukung pun sudah memadai walau jumlahnya masih sedikit.
2. Berastagi, Karo, Sumatra Utara
Terletak di ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut, Berastagi memiliki udara yang cukup dingin. Diapit oleh Gunung Sibayah dan Gunung Sinabung, Berastagi memiliki pemandangan yang memikat, seperti Air Terjun Sikulikap.
3. Padang Panjang, Padang, Sumatera Barat
Terletak 650 hingga 950 meter di atas permukaan laut, Padang Panjang memiliki udara yang cukup dingin. Tiga gunung mengelilingi Padang Panjang, yaitu Gunung Marapi, Gunung Singgalang, dan Gunung Tandikat.
Tak heran jika Padang Panjang memiliki cuaca yang sejuk. Curah hujan di sini cukup tinggi dengan rata-rata 3.295 mm per tahun dan suhu udara terendah 21.8 derajat Celcius.
4. Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT)
Berlokasi di ketinggian 1.200 meter dari permukaan laut, Ruteng memiliki udara yang cukup dingin. Ruteng juga menjadi istimewa karena memiliki pemandangan seperti di Praha dengan bangunan yang bergaya Eropa.
Selain itu, Ruteng memiliki area persawahan yang masih lebar dan hijau serta pemandangan gunung yang indah.
5. Gayo Lues, Aceh
Sebagai kabupaten terisolasi di Aceh, Gayo Lues terletak di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut. Gayo memiliki pesona yang luar biasa seperti jalur pendakian ke Gunung Leuser dan pemandian air panas di Puri Betung.
Selain itu, kabupaten ini merupakan penghasil sayur dan buah terbaik di Aceh. Namun, Gayo Lues paling dikenal sebagai penghasil Kopi Gayo yang telah mendunia. (Ism) 

http://www.dream.co.id/jejak/5-kota-di-indonesia-dengan-udara-terdingin-151211b.html

Eksotisme Lembah Baliem Bikin Turis Penasaran Datang ke Papua

Eksotisme Lembah Baliem Bikin Turis Penasaran Datang ke Papua

Lebih dari seribu orang rela menempuh jarak yang sangat jauh ke pedalaman Papua demi menyaksikan Festival Budaya Lembah Baliem yang digelar setiap tahun.
Keindahan Lembah Baliem menyimpan daya tarik tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Lebih dari seribu orang rela menempuh jarak yang sangat jauh ke pedalaman Papua, demi menyaksikan Festival Budaya Lembah Baliem yang digelar setiap tahun.
"Festival Baliem ini cukup menyedot wisman, mereka pasti datang. Angkanya terus meningkat setelah diadakan festival ini. Padahal dulu kurang dari 1000 orang yang datang berkunjung," ungkap Edison Meliala, salah satu tour operator di Papua.
Festival yang menampilkan keunikan suku-suku yang ada di Jaya Wijaya ini rutin diselenggarakan setiap bulan Agustus.
"Biasanya kami selenggarakan sebelum ulang tahun kemerdekaan. Tanggal 9-11 Agustus," imbuhnya saat dijumpai di Jakarta Convention Center belum lama ini.
Diceritakan Edison, pada awalnya Festival Lembah Baliem ini bertujuan agar meredam perang suku yang kerap terjadi di Jaya Wijaya. Sehingga pemerintah berinisiatif mengalihkan kegiatan mereka pada ajang perlombaan.
"Kalau di Madura ada karapan sapi, kami punya karapan babi yang diadu kecepatan larinya," tuturnya.
Bagi masyarakat di sana, Babi memiliki peranan yang cukup penting. Bahkan selama ini perempuan memiliki hubungan yang lebih dekat dengan hewan bertubuh gempal itu dibandingkan dengan laki-laki.
Sehingga peserta festival pun banyak yang diikuti oleh perempuan asli sana. Bagi para calon pengunjung yang ingin menyaksikan langsung pada Agustus mendatang, Edison menjamin kelengkapan akomodasi yang terdapat di sana.
"Semua fasilitas seperti hotel dan transportasi saya kira sudah layak untuk menyambut kedatangan turis. Bahkan untuk kelas mewah sekalipun kami sudah punya," tandasnya.
Selain festival budaya, para pengunjung dapat mengeksplor Wamena melalui keindahan alamnya seperti Telaga Biru Malma, Pasir Putih Aikima, Goa Kontolilola dan jembatan gantung tradisional yang terletak di desa Asotipo Distrik Asotipo.
"Menantang sekali karena di bawahnya membentang sungai dan jembatan gantung itu masih dibuat menggunakan cara tradisional sepanjang 17 kilo," tutup Edison. (Ism) 

http://www.dream.co.id/jejak/eksotisme-lembah-baliem-bikin-turis-penasaran-datang-ke-papua-1512146.html

Seram! Wamena Sajikan Mumi Sebagai Obyek Wisata Misteri

Seram! Wamena Sajikan Mumi Sebagai Obyek Wisata Misteri

Mumi ini disimpan di desa Jiwika yang terletak di distrik Kurulu.
Tak hanya keindahan alamnya saja yang masih menyimpan misteri, budaya yang dipertahankan masyarakat adat Wamena pun cukup menggelitik. Salah satunya dengan wisata mumi yang banyak dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara.
Dibutuhkan waktu sekitar lima jam dari Jakarta menuju Jayapura dengan menggunakan pesawat. Setelah itu masih harus dilanjutkan kembali selama 30 menit menuju ke pemukiman di sekitar Lembah Baliem.
"Dibutuhkan biaya sekitar empat juta sekali terbang. Memang agak mahal menuju ke daerah kami," ungkap Edison Meliala, salah satu operator tur yang membuka bisnis di Wamena.
Tapi rupanya hal itu tidak menyurutkan wisatawan untuk mengunjungi Mumi Kurulu. Mumi ini disimpan di desa Jiwika yang terletak di distrik Kurulu.
Dibutuhkan waktu kurang lebih sekitar 23 menit untuk sampai desa Jiwika. Perjalanan dapat ditempuh dengan mengendarai mobil yang banyak disewakan di Wamena.
Mumi di Kurulu merupakan jasad Wim Motok Mabel yang diawetkan. Kepala suku besar di distrik Kurulu ini merupakan tokoh adat yang sangat dihormati dan konon sudah berumur sekitar 360 tahun.
Satu lagi, yang tak kalah menarik adalah mumi yang terdapat di desa Asologaima. Mumi yang dinamakan Alouka Huby ini berumur lebih muda dibanding yang terdapat di Kurulu. Berasal dari kampung Arobada, distrik Asologaima ini telah berumur 340 tahun.
Menurut sejarah, mumi ini adalah jasad seorang panglima perang pada masanya. Kemudian diawetkan secara tradisional dengan cara pengasapan yang berlangsung hingga sekarang.
Sejak 2011 silam, situs sejarah ini sudah dibuka untuk umum dan boleh dikunjungi masyarakat luas. Lokasinya pun cukup mudah dijangkau karena hanya berjarak sekitar 50 menit dari kota Wamena.
"Kami berharap ada bantuan dari pemerintah pusat untuk mempromosikan wisata kami. Selama ini baru kami yang agresif agar orang-orang tahu potensi budaya kami luar biasa," pungkas Edison. (Ism) 

http://www.dream.co.id/jejak/seram-wamena-sajikan-mumi-sebagai-obyek-wisata-misteri-151214j.html

Pesona `Nagari` Seribu Rumah Gadang

Pesona Nagari Seribu Rumah Gadang

Perkampungan yang terletak di Solok Selatan ini sangat unik karena pengunjung akan menjumpai barisan rumah gadang berbentuk indah dengan atap bagonjong.
Satu lagi paket wisata menarik disuguhkan tanah Minangkabau. Selain rendang, Sumatera Barat juga sangat terkenal dengan rumah gadang. Belum lama ini diresmikan sebuah desa wisata, Nagari Seribu Rumah Gadang.
Perkampungan yang terletak di Solok Selatan ini sangat unik karena pengunjung hanya akan menjumpai barisan rumah gadang di sepanjang desa. Selain melihat bentuk dan arsitektur atap bagonjong, wisatawan akan diajak untuk merasakan tinggal sejenak di dalamnya.
Pada umumnya, rumah gadang hanya dijadikan sebagai simbol dan tempat berkumpul setahun sekali. Tapi di desa wisata ini, rumah gadang dijadikan tempat tinggal sehari-hari.
"Pengunjung bisa menyaksikan upacara adat yang mereka gelar, ada tari-tariannya juga," ungkap Adrian Darmawan, selaku perwakilan dari Sianok Travel.
Dibutuhkan perjalanan sekitar 3-4 jam untuk menuju ke daerah Solok Selatan. Bagi para pengunjung yang datang perseorangan tidak akan dipungut biaya untuk memasuki perkampungan ini. Tapi pada umumnya dari biro perjalanan akan memasang tarif sebesar 20 ribu rupiah per orang.
"Nanti bisa ikut malukah baluik atau menangkap belut di sawah. Kemudian belajar randai salah satu seni tradisional Minangkabau," imbuh Adrian saat dijumpai di Indonesia Travel Fair. 
Para wisatawan juga akan diajak merasakan pengalaman memasak  rendang dan pangek pisang yang langsung di masak di dapur rumah gadang.
"Salah satu upacara adat yang digelar itu Naik Rumah Gadang sebagai prosesi pengangkatan datuk. Akan ada musyawarah warga dan berbalas pantun di dalamnya," tutup Adrian. (Ism) 

http://www.dream.co.id/jejak/pesona-nagari-seribu-rumah-gadang-di-tanah-minang-151215w.html

Wadi Al-Aqool, Tempat Terjadinya Mukjizat `Api Hijaz` Rasul

Wadi Al-Aqool, Tempat Terjadinya Mukjizat Api Hijaz Rasul

Banyak yang tidak mengetahui kisah dan peristiwa sejarah yang terjadi di Wadi Al-Aqool. Padahal di Al-Aqool inilah salah satu mukjizat Rasulullah SAW pernah terjadi.
Ada sejumlah tempat di Arab Saudi yang menjadi saksi penting perjalanan syiar Rasulullah SAW. Salah satu di antaranya yang belum banyak diketahui orang adalah Danau Wadi Qanat atau yang dikenal dengan sebutan Al-Aqool.
Al-Aqool adalah istilah untuk menyebut fenomena alam seperti laut atau pertemuan antara lembah dan sungai.
Danau Wadi Qanat disebut Al-Aqool karena mirip dengan laut ketika airnya pasang, di mana mata dapat memandangnya secara memanjang dan melebar, dan dapat menampung air jutaan meter kubik.
Riset-riset teknologi modern menyimpulkan bahwa di bawah danau tersebut terdapat penampungan air terbesar di Madinah. Berada kurang lebih 6 km dari jalan lingkar bandara di ujung Jalan Qusaim dan Jalan Riyadh.
Karena keasrian dan kejernihan udaranya, tempat ini menjadi tujuan wisata alam bagi orang-orang Madinah. Biasanya mereka menyaksikan danau ini setelah turun hujan ketika aliran air lembah seolah-olah seperti laut.
Banyak yang tidak mengetahui kisah dan peristiwa sejarah yang terjadi di Wadi Al-Aqool ini. Padahal di Al-Aqool inilah salah satu mukjizat Rasulullah SAW pernah terjadi, yaitu bahwa Nabi Muhammad SAW mengabarkan akan keluarnya api Hijaz yang akan mengalir di lembah ini.
Sesuai kabar Rasul, api Hijaz muncul pada tahun 654 H, menyusuri Wadi Qanat dan melemparkan batu-batu di sana hingga bebatuan tersebut mengumpul dan membentuk semacam dinding di jalan ke lembah sehingga dapat menahan air di belakangnya.
Kemudian, pada tahun 690 H, dinding (dari tumpukan bebatuan) itu runtuh berguguran dan air pun mengalir seperti semula.
Sampai kini, bagi yang melihatnya, reruntuhan bebatuan itu masih tampak mengumpul, tepatnya di dekat pagar dan pabrik Ben Laden, Madinah, Arab Saudi.
(Ism, Sumber: Sejarah Madinah Munawwarah, Dr. Muhammad)

http://www.dream.co.id/jejak/wadi-al-aqool-tempat-terjadinya-mukjizat-api-hijaz-rasul-151215k.html

Tempat Paling Tepat Nikmati Kuliner Halal Ambon Manise

Tempat Paling Tepat Nikmati Kuliner Halal Ambon Manise

Kafe ini menyajikan kopi 'rarobang' dan aneka penganan tradisional halal khas Ambon Manise seperti bruder sageru, pulut unti dan pulut siram.
Ambon, selama ini banyak dikenal sebagai ibukota Provinsi Maluku. Tersohor dengan sebutan 'Ambon Manise', kota ini juga menjadi pintu gerbang menuju keindahan Maluku.
Bertandang ke kota Ambon, cobalah menyempatkan diri untuk menikmati tempat-tempat unik dan mencicipi kuliner khasnya.
Dari beragam pilihan wisata yang ditawarkan, terdapat satu tempat yang tak boleh dilewatkan. Tempatnya bernama Sibu-Sibu Cafe. "Belum ke Maluku, Kalau Belum Mampir ke Sibu-Sibu", begitu bunyi sepenggal mantra yang dibuat pemilik kafe untuk memikat perhatian setiap orang yang berkunjung ke Maluku.
Tempat Paling Tepat Nikmati Kuliner Halal Ambon Manise
Sibu-Sibu Cafe atau yang juga dikenal dengan Walang Kopi Sibu-Sibu berdiri awal April 2006. Kafe ini merupakan wujud kecintaan seorang wanita asli Maluku bernama June Manuhut terhadap seni dan budaya serta tanah Maluku.
Dalam bahasa Maluku, Sibu-Sibu berarti 'angin sepoi-sepoi' yang dalam bahasa Melayu Ambon disebut hail buang lansyik yang berarti 'rumah tempat melepas suntuk'.
Meksipun hanya sebuah tempat bersantai, Sibu-Sibu bukan kafe biasa. Kafe ini merupakan media presentasi dari seni dan budaya Maluku.
Jika ditatap dari luar, kafe ini tampak biasa-biasa saja. Namun begitu melangkahkan kaki ke dalamnya, Anda akan disambut oleh jojaro-jojaro (pelayan) berbaju cele khas Maluku dan dimanjakan dengan interior kafe yang unik.
Kafe ini dirancang dari perpaduan etnik dan nostalgia tahun 80-an dan 90-an. Kursi-kursi dan pajangan di kafe bernuansa etnik. Sementara dinding kafe yang berwarna hijau muda dihiasi foto-foto musisi, artis maupun tokoh terkenal berdarah Maluku seperti Broery Marantika, Glenn Fredly hingga Andy F. Noya.
Di Sibu-Sibu Cafe pengunjung dapat menikmati secangkir kopi hangat ditemani musik Maluku yang dibawakan penyanyi Maluku dari segala zaman mulai dari tahun 70-an sampai sekarang. Setiap harinya, dari pagi hingga malam hari kafe ini tidak pernah sepi pengunjung.
Tempat Paling Tepat Nikmati Kuliner Halal Ambon Manise
Kopi rarobang menjadi menu utama dan paling dicari di Sibu-Sibu Cafe. Kopi ini terbuat dari biji kopi robusta yang diolah secara tradisional.
Kopi dicampur dengan bubuk cengkeh, jahe dan ditaburi kacang kenari sebagai toping. Campuran bahan-bahan tersebut menghasilkan aroma kopi yang unik tak terlupakan.
Untuk bisa menikmati secangkir kopi rarobang, Anda hanya perlu mengeluarkan Rp15.000. Kopi ini akan disajikan bersama dengan aneka penganan tradisional halal khas Ambon Manise seperti bruder sageru, pulut unti dan pulut siram.
Tempat Paling Tepat Nikmati Kuliner Halal Ambon Manise
(Sumber: Situs Kemenpar Indonesia.travel)

http://www.dream.co.id/culinary/tempat-paling-tepat-untuk-menikmati-kuliner-halal-ambon-manise-151215m.html

`Hotel Istana Hantu` di Bali Gegerkan Dunia

Hotel Istana Hantu di Bali Gegerkan Dunia

Sejumlah media luar negeri tengah ramai memberitakan sebuah bangunan di tengah belantara Pulau Bali. Media-media asing itu menyebut bangunan ini sebagai “Hotel Istana Hantu”.
Laman Mirror.co.uk misalnya, menulis artikel tentang gedung ini dengan judul “Abandoned 'Ghost Palace Hotel' is 'haunted by the souls of labourers who died during its construction”.
Dari foto-foto yang dimuat berbagai media asing itu terlihat kompleks bangunan yang tak terawat. Sebagian gedung, bertingkat. Genting sudah kusam. Rumput dan ilalang terlihat sudah tumbuh di sana-sini. Bahkan sebagian memakan tembok bangunan.
Adalah Jacob Laukaitis, seorang wisatawan, yang mengklaim “menemukan” tempat ini. Kompleks bangunan ini berada di tengah hutan di Pulau Bali. Diduga, bangunan ini dibangun pada tahun 1990-an. Namun belum pernah dibuka untuk umum dan ditinggalkan selama bertahun-tahun.
Jacob melewatkan waktu berjam-jam untuk berkeliling kompleks itu. Dia memutuskan untuk mengabadikan tempat itu dalam sebuah video. Setelah mengabadikan tempat itu, Jacob mengunggahnya ke internet.
Diunggal ke laman Youtube pada 1 Desember 2015, Jacob menuliskan sebuah kalimat berbunyi: “Saya menemukan hotel besar yang ditinggalkan di Bali dan berkeliling selama berjam-jam”. Tapi dia tak menyebut lokasi pasti bangunan ini.
Melalui gambar video yang diunggah Jacob itulah tempat ini membetot perhatian banyak media luar negeri. Dalam rekaman itu tampak kondisi di dalam kamar-kamar hotel ini, yang berantakan. Sebuah sandal jepit terlihat di tempat itu.
Di luar, teras sudah ditumbuhi rumput liar dan tanaman merambat, sementara patung besar yang dibangun di lokasi itu telah runtuh. Semua benar-benar tak terurus.
Beberapa orang mengatakan pemilik hotel itu bangkrut sebelum kompleks ini dioperasikan. Laman Mirror, juga menulis banyak orang percaya pengelola hotel ini bangkrut akibat terkena “kutukan” karena mengoperasikan hotel dengan harga jauh di bawah harga pesaing mereka.
Bahkan, sebagian lagi ada yang percaya tempat ini telah menjadi “istana hantu”. Dipenuhi dengan arwah para pekerja yang meninggal selama pengerjaan bangunan ini. Benar atau tidak cerita-cerita itu, yang jelas sangat sayang jika bangunan ini tak terawat dan difungsikan dengan semestinya.
Bangunan yang ramai dibincangkan itu kemungkinan adalah gedung terlantar di kawasan Bedugul. Tempat itu dulu dibangun untuk hotel mewah. Namun, saat persiapan akhir, hotel tersebut tak jadi dibuka. Malah tutup setelah ada tragedi bom Bali 2002.

http://www.dream.co.id/news/hotel-istana-hantu-di-bali-gegerkan-dunia-151215j.html

Bukan Tiongkok, Tempat Cantik Ini Punya Indonesia

Bukan Tiongkok, Tempat Cantik Ini Punya Indonesia

Jangan dulu salah kira, tempat ini bukan bagian dari Tiongkok melainkan punya Indonesia.

Bagi Anda yang belum tahu, mungkin akan mengira jika spot cantik ini berada di Tiongkok. Namun jangan dulu salah kira, tempat ini masih bagian dari bumi Indonesia.
Tempat cantik ini adalah Pulau Kemaro yang berada di delta sungai Musi, Palembang. Nama Pulau Kemaro diberikan penduduk setempat karena delta ini selalu kering dan tidak pernah berair. Bahkan ketika air pasang, seolah-olah seperti sebuah pulau terapung.
Pulau Kemaro adalah tempat yang sangat spesial bagi etnis China lokal. Di pulau ini, terdapat pagoda dan kuil-kuil.
Keberadaannya berkaitan erat dengan sebuah legenda yang mengisahkan bahwa delta muncul sebagai bukti cinta Putri Siti Fatimah (putri Raja Sriwijaya) kepada kekasihnya.
Kisahnya mirip dengan Romeo dan Juliet atau Sampek Eng Tay. Legenda ini dimulai pada akhir abad ke-14, ketika seorang pangeran dari China, Tan Buan An, datang ke Palembang untuk belajar.
Setelah tinggal di sini selama beberapa waktu, ia jatuh cinta dengan putri Siti Fatimah. Dia kemudian datang ke istana untuk melamarnya. Orangtua Siti Fatimah memberikan persetujuan namun dengan satu syarat, yakni Tan Bu An harus memberikan hadiah.
Tan Bu An kemudian mengutus bawahannya untuk kembali ke China dan meminta semacam hadiah dari ayahnya untuk diberikan kepada Raja.
Segera setelah itu, utusan itu kembali dengan sayuran dan buah-buahan. Tan Bu An terkejut dan marah karena ia berharap ayahnya memberikan guci Cina, keramik dan uang.
Dia melemparkan muatan kapal tersebut ke Sungai Musi, dia tidak tahu bahwa sebenarnya ayahnya menaruh uang di dalam sayuran dan buah-buahan tersebut.
Karena dia malu setelah mengetahui tentang kesalahannya, dia mengumpulkan yang telah dibuangnya ke sungai dan Tan Bu An tidak pernah kembali lagi karena ia tenggelam bersama dengan sayuran dan buah-buahan tersebut.
Ketika Siti Fatimah mendengar tentang tragedi itu, dia berlari ke sungai dan menenggelamkan diri untuk mengikuti kekasihnya. Sebelum itu, dia meninggalkan pesan: "Jika Anda melihat sebuah pohon tumbuh di sebidang tanah di mana aku tenggelam, ini akan menjadi pohon cinta kita".
Sang putri kemudian tenggelam dan kemudian sebidang tanah muncul di permukaan sungai. Masyarakat setempat percaya bahwa ini adalah makam pasangan kekasih tersebut dan karena itu, mereka menyebutnya "Pulau Kemaro" yang berarti meskipun air pasang di Sungai Musi, pulau ini akan selalu kering.
Etnis Tionghoa setempat percaya bahwa nenek moyang mereka, Tan Bun An, tinggal di pulau ini. Oleh karena itu, daerah ini selalu ramai selama Tahun Baru Cina. Pada tahun 2006, pagoda dibangun sebagai tempat ibadah dan untuk acara lainnya.
(Ism, Sumber: Situs Kemenpar Indonesia.travel)

http://www.dream.co.id/jejak/bukan-tiongkok-tempat-cantik-ini-punya-indonesia-151216w.html